Senin, 09 Juli 2012

Puisi Gara-gara baca Alive

Satu, dua, tiga...
Buka mata,...Siapa sangka?
Hal sekecil ini bisa membawa malapetaka?
Ataupun hal sebesar ini yang tidak kunjung selesai jua?

Kata-kata tak tersambungkan...
Lalu, Sinar putih mulai membutakan
Suara-suara mulai dihilangkan
Angin pun berhembus, siapa yang melangkahkan
Kaki yang mulai membuat seisi ruang bergema-kian

Lalu, semua sinar padam,
Tunggu, apa gunanya kutulis 'sinar putih' tadi ya?
Ah, supaya 'puisi' ini kelihatan mendalam
Kesannya kan jadi lebih gaya....

Oke, lanjut.
Deru angin mulai membuat orang berbaju tipis menggigil
Hal ini tidak membuat terkejut
Aku yang tidak menganggap semua ini riil.

BLAM!
Pintu tertutup. Siapa itu?
Apakah kau orang baru?
Apakah kau seorang pembawa haru?
Ataukah orang-orang yang kaku?
Siapapun kamu,
Kamu tidak berhak berada disini bersamaku

Berhentilah menggigil, sahabat lamaku!
Aku tahu hawa di gedung ini dingin, tapi
Kau tidak perlu mendramatisir sesuatu!
Hentikanlah ocehanmu! Tak ada kata 'tapi' lagi!

Siapa disana?
"Apakah kau sudah selesai?"
Belum, aku bahkan belum memulai
mungkin hanya ini jawabannya.

Oh, lihat, sahabat lamaku.
Indahnya warna merah itu memancar dari lehernya.
Lihat! Aku bahkan bisa memotong lebih dalam!
Oh! Putus! Lihatlah, sahabatku, lehernya putus!

Lihatlah darah di tanganku ini,
Indah sekali, iyakan?
Ah, menjilati potongan ini memuaskan dahaku
Hmmm, rasanya 'besi' sekali ya..

Indah sekali warna kausku.
Lihat, putih yang membosankan tadi dihias dengan bercak merah.
Dan lihat, Dia mati!
Dia mati, sahabatku! Menyenangkan sekali bisa melihatnya mati!

Oh, Aku mendapat pisau ini di toko sebelah
Sedang diskon lo, mungkin kau mau mencobanya?
Tak apa, kau tak perlu takut dengan darah
Tenang aku taakan melakkan padamu hal yang sama

Mungkin memang itu satu-satunya cara
Agar dia tak memberi tahu tempat persembunyian kita
Peganglah tanganku, sahabatku
Aku tidak akan pernah menyakitimu

Tidak, aku tak berbahaya
Aku hanya gila saja
Atau mungkin tidak
Itu tergantung pilihanmu, sahabatku

Kenapa? hah, kau masih tanya kenapa?
Dia yang membawa bencana ke keluarga saya
Dia yang menghancurkan hidup saya
Dan dialah yang memecatmu, kau tak ingat, hah?

Apa?
Tidak, kau tak boleh keluar dulu
Tak ada satupun yang boleh keluar dari sini
Aku tak percaya kau, kau akan melaporkan aku

Lantai berdebu ini membuatku gatal
Apa? kau mau ke kamar kecil?
Apa ruangan ini tidak cukup kecil buatmu?
Sudah, duduklah kembali!

-To be continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar