Rabu, 18 Maret 2015

Tips menulis puisi

Ah puisi...karya tulis dimana orang-orang bisa merengek, mengkritik, dan alay seenaknya atas alasan 'ekspresi diri' (sarkasme).
Salah satu media pelampiasan keinginan yang terpendam, dalam kata-kata sok indah dan kepasifan yang menakjubkan...(sarkasme lagi).
Karena kalau ada masalah, kenapa ga ambil tindakan? Kenapa harus nulis tulisan lebay yang ga bakal diliat orang dan ga bakal berguna apa-apa? Apa karena terlalu pengecut untuk berani bertindak? (sarkasme, lagi-lagi xD)

Itulah jadinya kalo logika diterapkan dalam puisi. Puisi itu bentuk karya sastra, bahkan ada yang bilang seni. Semuanya emosi dan ekspresi diri. Aneh kalo ada logikanya. Kalau ada pujangga yang consider logika, dia akan terganggu oleh dua perspektif :
Satu, waktu dia nulis pikirannya "wah bagus ya kata-kataku. Kuat sekali emosinya, aku sendiri sampai terharu....*srot srot ingus*. ", "deskripsi indah yg sempurna!"
Lalu dua, logikanya mencoba menghalang-halangi, pikirannya jadi : "Rumput hitam? Emang ada rumput warnanya hitam??", "Sakit hati melulu, gak sirosis, apa?", "emangnya alam bisa berbisik? Kan gak punya mulut!", "aku ini gila, ya? Maunya bunuh-bunuhan terus" <-- spoof of my own poem xD

Aku kalo lagi nulis, karena aku hidup dengan orang-orang yang logis, sering dapat pikiran kaya gini. Aku membuat karya sambil mengejek karyaku sendiri, karena aku sadar kalau karyaku pada ga masuk akal (kinda hypocritical, isn't it?). Tapi, who cares? Aku senang pas nulis, aku nyaman kalau mengekspresikan diri dan pikiranku dalam bentuk tulisan. Kenapa harus dengar kata orang? Kalo tindakanku salah lo, yang rugi ya aku, bukan orang lain :P

Jadi ya gitu deh, ini basically a passive form of ranting, karena aku, yang dilatih kelogisan berpikirnya, juga sadar kalo beberapa puisi yg kutulis itu bodoh :P Jadi kalau mau nulis karya, abaikanlah logika (kecuali cerpen detektif dan karya yg realis) supaya yg ada cuma ide agar produktivitas kamu ga dihalangi logic, Ok?

Ah, what the hell, nobody's reading this anyway....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar